Sensitivitas Kepada Teguran

November 8, 2008

“Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita membutuhkannya”

Saya tentu saja mau Anda memiliki ketenangan batin. Tetapi saya kira Anda tahu bahwa ketenangan ini tidak eksis melainkan bagi yang rendah hati. Dan tidak ada kerendah hatian yang sejati melainkan hal itu dihasilkan oleh Tuhan di dalam setiap situasi. Ini terutamanya benar dalam situasi-situasi dimana kita dipersalahkan karena sesuatu hal oleh orang yang tidak berkenan terhadap kita, dan juga saat kita menyadari kelemahan batin kita. Tetapi sebaiknya kita terbiasa menghadapi pencobaan-pencobaan ini karena kita akan berulang kali diperhadapkan dengan hal-hal ini.

Tanda yang pasti bagi kerendahhatian yang dilahirkan dari Tuhan adalah saat kita tidak lagi dikagetkan dengan koreksi oleh orang lain, atau kaget karena hati kita menolaknya. Seperti anak-anak kecil, kita tahu dengan baik bahwa orang yang mengoreksi kita itu benar, tetapi kita juga harus dengan rendah hati mengakui fakta bahwa kita tidak dapat, oleh diri kita sendiri, membuat koreksi yang diperlukan itu. Kita tahu siapa kita, dan kita tidak punya pengharapan untuk menjadi lebih baik melainkan melalui rahmat Tuhan. Teguran-teguran dari orang lain, keras dan seolah-olah tidak berperasaan, sebenarnya kurang dari apa yang kita sesungguhnya layak terima. Jika kita menemukan diri kita memberontak dan marah, kita harus memahami bahwa sikap lekas marah pada saat dikoreksi itu jauh lebih parah dari semua kelemahan kita dijumlahkan. Dan jika demikian keadaannya, kita tahu bahwa koreksi itu tidak akan menjadikan kita lebih rendah hati. Jika kita menyimpan dendam karena ditegur itu justru menunjukkan betapa kita membutuhkan teguran itu. Pada kenyataannya, sengat teguran tidak akan dirasakan jika manusia lama kita sudah mati. Jadi, semakin teguran itu menyakitkan, semakin kita sebetulnya membutuhkannya.

Saya mohon maaf jika saya sudah berkata terlalu keras. Tetapi tolonglah jangan meragukan kasih saya terhadap Anda. Ingatlah bahwa apa yang saya katakan itu tidaklah berasal dari saya. Hal itu dari Tuhan. Dan tangan Tuhanlah yang memakai saya untuk memberikan satu pukulan yang menyakitkan kepada “si aku” yang sedang memberikan Anda begitu banyak masalah. Jika saya telah menyebabkan Anda merasa sakit, ingatlah bahwa rasa sakit itu membuktikan bahwa saya telah menyentuhkan titik yang sensitif di dalam diri Anda. Jadi tunduklah kepada Tuhan dan terimalah semua penanganan-Nya terhadap diri Anda, dengan demikian Anda akan dengan segera memperoleh damai dan ketenangan di dalam jiwa Anda.

Anda telah seringkali memberitahu orang lain tentang pentingnya penyerahan kepada Tuhan. Sekarang, sangatlah penting bagi Anda untuk mengambil nasihat Anda sendiri. Oh, betapa indahnya kasih karunia yang akan turun ke atas Anda jika Anda dapat seperti seorang anak kecil menerima semua koreksi dan teguran yang Tuhan pakai untuk membuat Anda rendah hati dan tunduk. Saya berdoa agar Dia akan sepenuhnya membinasakan kehidupan “si-aku” di dalam Anda agar “si aku” itu sama sekali tidak lagi ditemukan.

Sukses Di Mata Allah

November 8, 2008

Oleh: Sunanto

Hampir setiap kali berkunjung ke toko buku saya menemukan sebuah buku baru yang berhubungan dengan bagaimana cara menjadi sukses atau kaya.

Para penerbit memang sangat suka menebitkan buku-buku motivasional seperti ini sebab biasanya buku jenis ini akan laku dijual (best seller). Tidak semua isi buku-buku ‘sukses’ ini tidak benar atau tidak berguna tetapi saya menemukan ada satu hal yang salah dalam banyak buku jenis seperti ini. Salah satu hal salah yang dipesankan oleh banyak buku motivasional ini adalah untuk memperoleh kebahagiaan manusia harus mencapai atau memiliki sesuatu. Merupakan sebuah dusta jika seseorang berhasil mencapai posisi tinggi atau memiliki pendapatan sampingan (passive income) yang besar maka ia pasti akan memiliki kebahagiaan. Saya mengenal seseorang yang memiliki ‘passive income’ sangat besar tetapi saya tidak melihat kebahagiaan dalam dirinya melainkan yang saya lihat adalah kekosongan. Saya tidak bermaksud mengatakan kita tidak boleh memiliki jabatan yang tingggi atau memiliki passive income tetapi kita tidak boleh mengejar hal itu untuk memperoleh kebahagiaan atau kepuasan dalam hidup ini sebab tatkala anda memperolehnya maka anda pasti tidak akan berbahagia, malah sebaliknya mungkin anda akan semakin menderita.

Sejak kejatuhannya, manusia memang berusaha untuk mencari sukses dalam ukuran dunia atau mengindentifikasikan dirinya dengan sesuatu sebab dosa telah membuat manusia kehilangan jati dirinya yang sejati sehingga tidak heran jenis buku-buku motivasional sangat disukai banyak orang. Akibat masuknya dosa, manusia telah kehilangan kemuliaan Allah (telanjang) sehingga kita tidak lagi memiliki jati diri yang sejati. Sejak itu manusia berusaha menutupi ketelanjangannya tersebut dengan mengindentifikasikan dirinya dengan sesuatu (memakai topeng).

Alkitab mencatat bahwa manusia mulai mengindentifikasikan dirinya dengan kesuksesan secara dunia sejak dari mulai keturunan kain yaitu Yabal, Yubal dan Tubal–Kain yang dikenal karena keahlian mereka. Bila manusia ingin bahagia maka mereka tidak akan memilih memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat. Sebenarnya yang menginginkan manusia menjadi bahagia adalah Tuhan Allah sendiri sehingga Ia mencari manusia bukan manusia yang mencari Tuhan tatkala mereka jatuh ke dalam dosa. Tuhan Allah menginginkan manusia menjadi bahagia sehingga Ia mengaruniakan anakNya yang tunggal agar kita bisa kembali memiliki kemuliaan Allah. Oh betapa besar kasihNya kepada kita semua sehingga diberikanNya anakNya yang tunggal untuk mati disalib bagi kita semua. Semuanya hanya karena kasih karuniaNya saja bukan karena kita layak untuk menerimaNya. Kita semua sebenarnya layak untuk binasa karena telah memilih untuk jatuh ke dalam dosa tetapi karena kemurahanNya semata maka kita boleh diselamatkan. Allah mana yang seperti Allah kita, Dia begitu penuh kasih dan kemurahan kepada umatNya. Kita berusaha mencari gelar, kedudukan dan harta yang kita pikir akan membuat kita bahagia tetapi itu semua hanyalah tipuan belaka. Semuanya itu, yang dalam ukuran dunia artinya sukses hanyalah sebuah tipuan belaka yang mana bila kita memperolehnya tetap akan membuat kita tidak bahagia malah sebaliknya akan membuat kita semakin menderita. Yang kita butuhkan adalah memperoleh identitas atau jati diri kita yang sejati sehingga kita menjadi manusia yang seutuhnya. Hal itu hanya akan terjadi bila oleh kasih karuniaNya, kita ditransformasikan menjadi manusia baru yang dipenuhi oleh kemuliaan Allah yaitu posisi yang sama seperti sebelum dosa masuk ke dalam kehidupan manusia.

Sukses di mata Allah artinya kita menjadi manusia seutuhnya yang dipenuhi oleh kemuliaan Allah. Yesus merupakan gambaran manusia yang dipenuhi oleh kemuliaan Allah sebab di dalam dirinya sama sekali tidak ada unsur dosa. Itulah sebabnya dapat dikatakan sukses di mata Allah artinya kita berubah menjadi serupa dengan Kristus. Yesus melakukan pekerjaan Bapa bukan untuk membuat dirinya menjadi bahagia melainkan karena Ia sendiri sudah memiliki kebahagiaan itu. Oleh karena itu pelayanan yang sejati tidak boleh lahir untuk memuaskan keakuan kita. Kita melayani bukan untuk mencari kebahagiaan melainkan karena kita sudah menemukan kebahagiaan (kepuasan) tersebut dari hubungan dengan Allah sehingga kita ingin orang lain boleh memikili kebahagiaan yang kita miliki itu. Salah satu tanda bahwa kita telah memperoleh kesuksesan yang sejati adalah kita memiliki kepuasan yang sejati yang diperoleh dari hubungan dengan Allah. Yesus juga tidak perlu mengidentifikasikan dirinya dengan kesuksesan secara dunia sebab Ia telah memiliki jati diri yang sejati. Bila diukur dalam ukuran dunia maka Yesus sama sekali tidak sukses sebab setelah tiga tahun melayani Ia tidak memiliki jabatan apapun bahkan para muridNya sendiri menyangkal dan menghianati Dia. Akan tetapi di mata Allah, Yesus sangat sukses sebab Ia taat melakukan kehendak Allah sampai mati.

Seperti yang telah diungkapkan di atas bahwa natur kita sebagai manusia itu cenderung ingin hidup nyaman dan tidak ingin berubah. Oleh karena itu Tuhan akan mengijinkan penderitaan dan kekecewaan terjadi dalam hidup kita agar kita terdorong untuk berubah. Kadang kita merasa Tuhan seakan menjebak (tentunya dalam kasih) kita sehingga kita berada dalam posisi terjepit mirip seperti posisi Yakub di sungai Yabok. Memang seringkali kita tidak menyadari bahwa tangan Tuhanlah yang membawa kita dalam posisi terjepit tersebut. Bahkan kadangkala kita merasa itu merupakan pekerjaan musuh, padahal sebenarnya tangan Tuhan sendiri yang sedang membentuk dan menjunan diri kita menjadi bejana yang indah dan mulia. Dalam kamus Tuhan tidak ada yang namanya kebetulan, semuanya diijinkan untuk mendatangkan kebaikan bagi hidup kita. Oh semuanya baik, sungguh teramat baik apa yang telah Ia perbuat dalam hidupku.

Percayalah, Tuhan sangat menginginkan anda menjadi sukses dan bahagia. Tuhan sangat peduli dengan kita sehingga Dia telah merancangkan sebuah masa depan yang penuh harapan bagi kita semua. Bila Tuhan tidak ingin anda menjadi bahagia dan sukses maka Ia tidak akan memberikan anakNya yang tunggal kepadamu. Namun ukuran sukses di mata Allah sangat berbeda dengan ukuran sukses di mata dunia. Sukses di mata Allah artinya kita berubah menjadi serupa dengan karakter Kristus yaitu menjadi seorang pribadi yang taat dan setia melakukan kehendak Allah. Kesuksesan sejati tidak diukur dari posisi, kekayaan dan ketenaran yang kita miliki melainkan diukur dari keberhasilan kita untuk taat kepada kehendak Bapa. Doa saya kiranya kita semua dapat menjadi orang-orang yang sukses di mata Allah !

Menentukan Pilihan

November 8, 2008

“Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik daripada perak dan emas.”-Amsal 22:1

Jika saya bisa menciptakan sebuah istilah sebagai sinonim dari “berpikir positif,” maka istilah itu adalah memilih yang terbaik. Karena ketika kita memeriksa segala kemungkinan yang ada, berarti kita sedang membuat daftar tentang semua pilihan yang ada. Kita sedang “memilih yang terbaik”! Proses tersebut dimulai ketika kita mempertimbangkan pilihan kita yang pertama: menjadi seorang percaya ataukah bukan.

Sekali kita memilih untuk berjalan di jalan iman, kita akan terus-menerus menemui persimpangan-persimpangan itu di mana jalan di depan kita bercabang, sehingga kita perlu mengajukan pertanyaan ini: “Jalan manakah yang harus aku tempuh sekarang?” Lalu kita perlu untuk “memilih yang terbaik.” Bertanyalah: “Kemanakah aku mau pergi?” dan “Jalan manakah yang akan membawaku ke sana?” Berhati-hatilah dalam memilih.

Ayat renungan kita pagi ini menuntun kita untuk dapat menentukan pilihan yang terbaik: “Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar.”

Ketika George Beverly Shea masih muda, dia mempunyai keinginan untuk meniti karir besar yang dapat membawanya pada kemasyhuran dan keberuntungan. Ibunya sungguh-sungguh prihatin akan hal itu. Pada suatu hari, ketika George akan berlatih piano, dia menemukan selembar puisi yang diletakkan oleh ibunya di atas pianonya. Puisi itu berjudul I’d rather have Jesus (“Lebih baik aku memiliki Yesus”), yang kini menjadi suatu lagu rohani yang terkenal di dunia.

Setelah membacakan kata-kata yang terdapat dalam puisi tersebut, George Beverly Shea menyerahkan seluruh talenta yang dimilikinya kepada Yesus. Hasilnya? Nyanyiannya telah membawa puluhan ribu orang kepada Kristus.

Hari ini kita mempunyai banyak pilihan. Sebagian dari pilihan itu akan menjadi kecil dan kurang berarti, namun sebagian lagi mungkin akan memberikan pengaruh yang besar bagi masa depan kita. Pilihlah dengan hati-hati. Buatlah pilihan sambil memohon sungguh-sungguh kepada Tuhan dalam doa.

“Ya Tuhan, aku menyadari bahwa ada banyak pilihan yang terbentang di hadapanku. Namun pagi ini aku berdoa, biarlah Roh Kudus sendiri yang senantiasa menuntunku untuk dapat menentukan pilihan terbaik bagiku yang sungguh-sungguh sesuai dengan kehendak-Mu.”

Konsekuensi Sebuah Pilihan

November 8, 2008

Ulangan 30:19-20 “Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini:kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihanlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka”

Siapapun orangnya, jika diperhadapkan dengan pilihan seperti diatas, pasti akan memilih kehidupan bukan kematian dan memilih berkat dari pada kutuk. Namun kita harus tahu jika kita memilih kehidupan dan berkat, maka ada hal-hal yang harus kita lakukan, yaitu :

  1. Mengasihi Tuhan Allah (termasuk menyenangkan hati-Nya)
  2. Mendengarkan suara-Nya (termasuk melakukan firman-Nya)
  3. Berpaut pada Tuhan (selalu rindu untuk selalu bersama Tuhan)

Bila kita melakukan hal-hal di atas, maka Tuhan sendiri yang akan memberikan tanah perjanjian dan umur yang panjang kepada kita.

Menunggu “Panggilan”????

November 8, 2008

Semakin saya dewasa, saya semakin menyadari bahwa jika seseorang ingin diubahkan, mereka harus mengubah pandangan mereka terhadap hidup ini.

Dalam sebuah konvensi misi baru-baru ini, hadirin menyanyikan sebuah lagu misi lama,”Aku mau pergi kemanapun Kau kehendaki, ya Tuhan.”Sejenak Saya merenungkan apa yang sedang kami nyanyikan dan rasanya tidak masuk akal.Kebanyakan orang di aula itu tidak pergi kemana-mana.Saya tahu itu, merekapun tahu.Tetapi mereka terus menyanyikan syair yang pada intinya tidak berarti apa-apa bagi mereka.Mereka selalu berbuat demikian.

Kita harus menyendiri bersama Tuhan dan mengevaluasi kembali bagaimana kita menggunakan hidup kita.Saya tidak sedang mengusulkan agar kita menjual semua harta kita dan pindah ke pemukiman penduduk minoritas.Apa yang kami lakukan ini bukan untuk dilakukan oleh semua orang.Namun seharusnya mereka sudi merespons bila mereka melihat adanya kebutuhan disekitar mereka.

Saya menjalani sebuah kehidupan yang jauh berbeda dengan sebagian besar orang Amerika.Ini tidak berarti bahwa ada yang benar atau salah diantara kita, namun kita memang berbeda.

Di sebuah daerah-yang bisa dijangkau dalam waktu singkat dengan kereta bawah tanah dari Bushwick, para eksekutif Wall Street mengadakan persekutuan doa dan pemahaman Alkitab secara rutin di ruang rapat direksi bagi berbagai perusahaan di Manhattan.Pekerjaan mereka sama pentingnya dengan pekerjaan Saya.Mereka melayani orang-orang yang tidak akan pernah saya layani.

Dalam perjalanan-perjalanan saya, saya sering diminta untuk menjadi tamu dalam berbagai acara bincang-bincang dio televisi, baik yang kristen maupun yang sekuler.Apapun acaranya, pertanyaan-pertanyaannya biasanya sama.Saya hampir bisa memastikan- bahwa di menit-menit pertama saya akan ditanya,”Bagaimana Allah memanggil Anda ke New York?”

Suatu kali, dalam sebuah acara yang ditayangkan secara live- langsung- di Midwest, Saya menjawab pertanyaan tersebut dengan,”Allah tidak memanggil Saya ke New York.”

Si pembawa acara dengan wajah agak bingung, menoleh kekamera dan berkata,”kami akan kembali setelah pesan penting berikut ini”.Dan iklan ditayangkan.

Bolehkan saya menjelaskan apa yang saya maksud dengan ucapan saya itu.

Begitu banyak orang bergantung pada apa yang kita ketahui sebagai “panggilan Allah” atau “suara Allah”.Namun ketika keadaan tidak sesuai dengan apa yang menurut mereka benar, mereka tidak bisa bertindak sama sekali.

Jika Anda menantikan penyataan adikodrati atau sesuatu yang mengejutkan, yang tidak Anda sangka-sangka, untuk menuntun masa depan Anda, kemungkinan besar Anda akan menunggu selamanya.Saya telah bertemu banyak orang yang tulus hatinya, yang menunggu seumur hidup sampai Allah berbicara kepada mereka.Mereka mengira, Jika Aku tidak mendengar suara Tuhan, aku tidak boleh terlibat dalam pelayanan.

Sudah tak terhitung banyaknya orang Kristen yang tulus,yang sampai meninggalpun masih menunggu Allah memanggil mereka untuk melakukan sesuatu-dan mereka tidak pernah melakukan apa-apa sementara mereka menunggu.Tentu saja Allah bisa berbicara melalui “semak-semak yang menyala” dan tiang api, tetapi kita tidak perlu menunggu munculnya tanda semacam itu.Saya pernah menulis sebuah artikel yang berjudul, “apa yang Anda lakukan ketika Anda menunggu semak-semak terbakar?”

Tragedi terbesar dalam misi-misi di Amerika adalah banyak orang Kristen yang percaya bahwa misionaris adalah orang yang pernah mendapat penglihatan dan berjumpa dengan Allah secara adikodrati.

Apa yang Anda lakukan seandainya rumah Anda terbakar dan anak Anda masih terjebak di dalamnya?Apakah Anda akan berkata”Aku tidak akan masuk sampai Tuhan menyuruhku”? Tidak!Anda pasti akan segera bergegas masuk karena anak Anda harus diselamatkan.

Motivasi itulah yang saya rasakan ketika saya memutuskan datang ke New York.Saya percaya bahwa kebutuhan itulah yang memanggil saya ke New York.Sebenarnya ini sangat sederhana.Kita hanya membuatnya rumit seperti begitu banyak hal lain dalam hidup ini.

Allah Roh Kudus

November 8, 2008
  1. Siapakah Roh Kudus itu ?
    Roh Kudus adalah Allah oknum ketiga

  2. Apakah buktinya bahwa Roh Kudus adalah Allah ?
    • Menerima sebutan sebagai Allah. (Kisah Para Rasul 5:3-4, 26:16-25; Ibrani 10:15)
    • Memiliki kepribadian Allah. (Ibrani 9:14; Mazmur 139:7-10; Kisah Para Rasul 1:8; 1 Korintus 2:10)
    • Melakukan pekerjaan Allah. (Kejadian 1:2; 1 Korintus 6:11; 1 Petrus 1:21; Kisah Para Rasul 20:28)
    • Namanya disebut bersama-sama dengan Allah. (Matius 28:20; 2 Korintus 13:13)
  3. Roh Kudus itu dilambangkan dengan apa saja ?
    • Angin (Yohanes 3:8)
    • Merpati (Lukas 3:22)
    • Api (Kisah Para Rasul 2:3)
    • Materai (Efesus 1:13-14)
  4. Kapan Roh Kudus mulai bekerja ?
    Roh Kudus sudah ada sebelum dunia ada dan segala isinya tercipta (Kejadian 1:1-2). Namun pada hari Pentakosta aktivitas Roh Kudus dinyatakan kepada manusia yang menunjukkan masa baru (Kisah Para Rasul 2).

  5. Apakah pekerjaan Roh Kudus itu ?
    • Mengingatkan dosa, kebenaran dan penghakiman (Yohanes 16:8)
    • Melahir-barukan orang percaya (Yohanes 3:5-6)
    • Tinggal dalam hati orang percaya (Yohanes 14:17, 1 Korintus 6:19)
    • Memberi jaminan keselamatan (Efesus 1:13-14)
    • Menghibur hati yang berduka (Yohanes 14:26)
    • Membantu orang yang percaya berdoa (Roma 8:16-27)
    • Membantu orang percaya berbicara (Lukas 12:11-12, Kisah Para Rasul 2:4)
    • Menolong orang percaya berbuah (Galatia 5:22-23)
    • Memberi karunia Rohani (1 Korintus 12:8-11)
    • Mengutus Missionari (Kisah Para Rasul 13:2)
    • Memberitahukan hal-hal yang akan datang (Yohanes 16:13)
    • Mewahyukan firman Tuhan (2 Petrus 1:20-21)
    • Memberi kuasa (Kisah Para Rasul 1:8)
    • Mencipta (Kejadian 1:2)
  6. Apakah buktinya Roh Kudus itu suatu bentuk pribadi ?
    Roh Kudus dapat melakukan pekerjaan dan juga dapat diperlakukan sebagai pribadi antara lain sebagai berikut :

    • Dapat di bohongi (Kisah Para Rasul 5:3)
    • Dapat didukacitakan (Efesus 4:30)
    • Dapat dihujat (Lukas 12:10)
    • Dapat mengajar (Lukas 12:11-12)
    • Dapat menghibur (Yohanes 14:26)
    • Dapat mengutus (Kisah Para Rasul 13:2)
  7. Bagaimana seseorang dapat dipenuhi dengan Roh Kudus ?
    Setiap orang percaya menerima Roh Kudus untuk memimpin hidupnya. Jika orang tersebut membuang dosanya dan berada dalam ketaatan penuh pada pimpinan Roh Kudus maka orang itu dipenuhi dengan Roh Kudus (Kisah Para Rasul 4:31)

  8. Apakah tanda-tanda orang yang dipenuhi dengan Roh Kudus ?
    • Berani memberitakan firman Tuhan (Kisah Para Rasul 4:8)
    • Mempunyai iman yang besar (kuat) (Kisah Para Rasul 11:24)
    • Penuh kuasa (Kisah Para Rasul 2:37-41)
    • Lebih mengerti kitab suci (Alkitab) (Kisah Para Rasul 2:14-36)
    • Berbuah Roh (Galatia 5 :22-23)
  9. Berapa lamakah Roh Kudus berdiam dalam diri seseorang ?
    Roh Kudus tinggal selama-lamanya dalam diri orang yang percaya (Efesus 1:13-14, Yohanes 14:17)

  10. Apakah artinya dibaptiskan dengan Roh Kudus ?
    Dibaptiskan dengan Roh Kudus yaitu masuknya Roh Kudus dan berdiam dalam diri orang yang menerima Yesus sebagai Juru Selamat. Baptisan Roh Kudus terjadi satu kali saja dalam hidup seorang percaya (Kisah Para Rasul 1:5). Jadi jika ada di antara saudara sekalian mau pindah dari gereja aliran Protestan ke gereja aliran Pantekosta, dan oleh Pdt. dari gereja Pantekosta tsb minta dibaptis ulang dengan cara baptis selam untuk bisa menjadi jemaat di gereja tersebut atau agar bisa mengikuti pelayanan di gereja tersebut, saya sarankan jangan mau dibaptis ulang untuk yg kedua kalinya. Baptisan hanya berlaku dan terjadi satu kali saja dalam hidup kita sebagai orang Kristen. Jika hanya gara-gara pindah gereja dan lalu kita dibaptis ulang untuk yang kedua kalinya, hal ini tidak diperkenankan.

  11. Apakah orang yang dipenuhi dengan Roh Kudus harus berbahasa Roh ?
    Dengan tegas saya katakan Tidak harus !!! Kita ambil contoh Rasul Petrus yang penuh dengan Roh Kudus namun berbahasa biasa (Kisah Para Rasul 4 :8, 13:9-10)

  12. Apakah yang perlu diketahui tentang bahasa Roh atau bahasa lidah ?
    • Hanya berkata-kata kepada Allah (1 Korintus 14:2)
    • Tidak ada seorang pun yang mengerti (1 Korintus 14:2)
    • Mengucapkan hal-hal yang rahasia (1 Korintus 14:2)
    • Membangun diri sendiri (1 Korintus 14:4)
    • Tidak terlalu berharga (1 Korintus 14:5)
    • Dapat ditafsirkan (1 Korintus 14:5)
    • Berdoa dengan Roh dan tidak menggunakan akal budi (1 Korintus 14:14)
    • Tidak berguna di depan jemaat (1 Korintus 14:19)
    • Tanda untuk orang yang tidak beriman (1 Korintus 14:22)
  13. Apakah segi negatif dari bahasa Roh ?
    • Tidak dapat dibedakan antara bahasa Roh yang sungguh dan yang palsu.
    • Menimbulkan kesombongan Rohani.
    • Menjadi batu sandungan (1 Korintus 14:23)
    • Memanipulasi pekerjaan Tuhan.

BERITA BAIK DAN BURUK

November 8, 2008

Seorang pria tua mengunjungi dokternya dan setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh, sang dokter berkata, “Aku punya berita baik dan buruk untukmu, yang mana yang ingin kamu dengar dulu?”

Pasien : “Hmmm …, berita buruk saja dulu.”
Dokter : “Kamu mengidap kanker, dan waktumu kira-kira hanya dua tahun.”
Pasien : “Oh, tidak! Dalam dua tahun aku akan mati! Berita baik apa
yang dapat kamu sampaikan jika sudah begini?”
Dokter : “Kamu juga mengidap Alzheimer (penyakit lupa akut). Dalam tiga
bulan ke depan, kamu akan lupa dengan apa yang pernah
kukatakan.”

TIGA NERAKA

November 8, 2008

Seorang pria jahat mati dan disambut oleh Santo Petrus. Petrus memberitahunya bahwa ia harus memilih salah satu dari tiga jenis neraka.

Neraka pertama sangat panas dan ia melihat banyak orang terbakar dalam api. Neraka berikutnya sangat dingin dan ia melihat orang menggigil dan meratap. Di neraka ketiga, ia melihat orang-orang berdiri di kubangan kotoran setinggi pinggang tapi mereka nampak bahagia. Mereka minum segelas kopi dan saling ngobrol. Karena itu, pria jahat tadi berkata kepada Petrus, “Aku pilih neraka ketiga.”

Petrus memasukkan pria itu ke neraka ketiga. Ia mendapat segelas kopi dan cukup menikmatinya. Tiba-tiba ia mendengar suara dari pengeras suara yang berkata, “Perhatian. Perhatian. Waktu minum kopi sudah usai. Sekarang waktunya kalian berdiri dengan kepala kalian.”


“Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!” (Lukas 12:5)

PERMINTAAN TERAKHIR

November 8, 2008

Seorang pembunuh duduk di kursi listrik dan akan dieksekusi.

“Apa kamu punya permintaan terakhir? tanya seorang pendeta.

“Ya,” jawab si pembunuh. “Maukah kamu memegang tanganku?”

INGIN DENGAR APA?

November 8, 2008

Tiga orang sahabat mati dalam sebuah kecelakaan mobil dan pergi ke surga untuk orientasi. Mereka semua bertanya, “Saat kamu sudah mati, dan teman serta keluargamu berduka di sebelah mayatmu, kamu ingin mendengar mereka bilang apa?”

Orang pertama berkata, “Aku ingin mendengar mereka berkata bahwa aku adalah seorang dokter yang hebat dan juga seorang kepala keluarga yang baik.”

Orang kedua berkata, “Aku ingin mendengar mereka berkata bahwa aku adalah suami dan guru yang baik yang memberikan dampak positif yang besar bagi anak-anak di masa depan.”

Pria terakhir menjawab, “Aku ingin mendengar mereka berkata, Lihat, ia bergerak!!!!”