MEMBUNUH MELALUI TELEPON

Telepon berdering di rumah besar Tuan Glenarvan. Kepala pelayannya mengangkat telponnya.

“Ini aku. Tolong pergi ke kamar istriku dan bilang padanya kalau aku akan telat pulang dari klub.”

“Maaf, Tuanku, Tuan putri sudah tidur.”

“Kalau begitu bangunkan dia dan beritahu dia, sementara aku tunggu di sini.” kata penelpon itu.

“Ya, Pak,” jawab kepala pelayan itu.

Kepala pelayan itu kembali dan berkata, “Tuan, pintu tuan putri terkunci, dan ketika saya ketuk, suara seorang pria menyuruhku pergi ke neraka.”

Penelpon itu lalu berkata, “Jangan pedulikan mereka! Ambillah senapan dari koleksiku, dobrak pintunya, dan bunuh mereka berdua.”

“Ya, Pak,” jawab kepala pelayan itu.

Setelah beberapa menit, kepala pelayan itu kembali ke telepon dan melaporkan, “Tuanku, saya sudah berusaha semampuku. Aku sudah membunuh istri Anda, tetapi ketika aku mau membunuh prianya, dia melompat ke kebun melalui jendela, dan melarikan diri.”

Penelepon itu menjadi bingung dan berkata, “Kebun apa? Tidak ada kebun di sebelah jendela kamar tidur.”

“Kalau begitu, Tuan, saya rasa Tuan salah sambung. Semoga hari Anda menyenangkan.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: