Menentukan Pilihan

“Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik daripada perak dan emas.”-Amsal 22:1

Jika saya bisa menciptakan sebuah istilah sebagai sinonim dari “berpikir positif,” maka istilah itu adalah memilih yang terbaik. Karena ketika kita memeriksa segala kemungkinan yang ada, berarti kita sedang membuat daftar tentang semua pilihan yang ada. Kita sedang “memilih yang terbaik”! Proses tersebut dimulai ketika kita mempertimbangkan pilihan kita yang pertama: menjadi seorang percaya ataukah bukan.

Sekali kita memilih untuk berjalan di jalan iman, kita akan terus-menerus menemui persimpangan-persimpangan itu di mana jalan di depan kita bercabang, sehingga kita perlu mengajukan pertanyaan ini: “Jalan manakah yang harus aku tempuh sekarang?” Lalu kita perlu untuk “memilih yang terbaik.” Bertanyalah: “Kemanakah aku mau pergi?” dan “Jalan manakah yang akan membawaku ke sana?” Berhati-hatilah dalam memilih.

Ayat renungan kita pagi ini menuntun kita untuk dapat menentukan pilihan yang terbaik: “Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar.”

Ketika George Beverly Shea masih muda, dia mempunyai keinginan untuk meniti karir besar yang dapat membawanya pada kemasyhuran dan keberuntungan. Ibunya sungguh-sungguh prihatin akan hal itu. Pada suatu hari, ketika George akan berlatih piano, dia menemukan selembar puisi yang diletakkan oleh ibunya di atas pianonya. Puisi itu berjudul I’d rather have Jesus (“Lebih baik aku memiliki Yesus”), yang kini menjadi suatu lagu rohani yang terkenal di dunia.

Setelah membacakan kata-kata yang terdapat dalam puisi tersebut, George Beverly Shea menyerahkan seluruh talenta yang dimilikinya kepada Yesus. Hasilnya? Nyanyiannya telah membawa puluhan ribu orang kepada Kristus.

Hari ini kita mempunyai banyak pilihan. Sebagian dari pilihan itu akan menjadi kecil dan kurang berarti, namun sebagian lagi mungkin akan memberikan pengaruh yang besar bagi masa depan kita. Pilihlah dengan hati-hati. Buatlah pilihan sambil memohon sungguh-sungguh kepada Tuhan dalam doa.

“Ya Tuhan, aku menyadari bahwa ada banyak pilihan yang terbentang di hadapanku. Namun pagi ini aku berdoa, biarlah Roh Kudus sendiri yang senantiasa menuntunku untuk dapat menentukan pilihan terbaik bagiku yang sungguh-sungguh sesuai dengan kehendak-Mu.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: